KebudayaanPeradaban manusia Salam para pembaca, Sebagai seorang kristen, seringkali imajinasi dan akal saya bermain-main liar sehingga timbulah pertanyaan-pertanyaan yang seringkali meskipun dilontarkan kepada pendeta atau ahli agama di gereja masih tidak memperoleh jawaban yang memuaskan. TANYAJAWAB SOAL MASYARAKAT ADAT Identitas budaya dan hak masyarakat tradisional di-hormati selaras dengan perkembangan zaman dan peradaban. Pasal 32 (1) Negara memajukan kebudayaan nasional lndonesia di 1999 Tentang Hak Asasi Manusia, UU Nomor 41 Tahun 1999 Tentang Kehutanan, UU Nomor 7 Tahun 2004 Ten- Vay Tiền Nhanh. Sejak munculnya manusia Homo Sapiens sampai dengan sekarang ternyata kebudayaan semakin berkembang dan semakin kompleks, antara masyarakat yang satu dengan masyarakat yang lainnya. Semula manusia Homo Sapiens mereka masih hidup berburu dan meramu karena mereka menyesuaikan dengan alam sekitar mereka. Dengan demikian maka dapat diketahui antara masyarakat, kebudayaan, dan lingkungan sangat erat hubungannya dan tidak dapat dipisahkan antara satu sama lain karena antara ketiga hal tersebut saling mempengaruhi. Kebudayaan yang diciptakan oleh suatu masyarakt akan berimplikasi dengan bagaimana cara mereka memanfaatkan alam atau lingkungan tempat kebudayaan itu berkembang. Dan seperti yang kita tau bahwa suatu lingkungan tertentu akan berbeda dengan lingkungan yang lainya baik dari aspek fisik, seperti iklim, curah hujan, aspek geografis, dan sebagainya, maupun lingkungan sosial yang berkembang dalam lingkungan tersebut seperti aspek kebudayaan, nilai dan norma yang berkembang dalam suatu masyarakat, kepercayaan yang dianut oleh masyarakat, dan adat istiadat. Dengan demikian maka keadaan lingkungan yang berbeda tersebut akan menghasilkan kebudayaan yang berbeda pula. Antara manusia dan kebudayaan tidaklah dapat dipisahkan antara satu sama lain, sedangkan pendukung kebudayaan itu sendiri adalah manusia. Sekalipun manusia mati maka kebudayaan tidak akan mati karena kebudayaan yang dimilikinya akan diwariskan kepada keturunannya, dan seterusnya. Kebudayaan sebagai suatu sistem yang melingkupi kehidupan manusia pendukungnya. Dan merupakan suatu faktor yang menjadi dasar tingkah laku manusia baik dalam kaitannya dengan lingkungan fisik maupun lingkungan sosial-budayanya. Dengan demikian maka dapat dikataaakan bahwa kebudayaan yang berlaku dan telah dikembangkan oleh suatu masyarakat tertentu berdampak pada pola perilaku, nilai, norma, dan aspek kehidupan lainnya yang mana hal tersebut akan membedakan masyarakat yang satu dengan masyarakat yang lainnya, atau dapat pula dikatakan hal tersebut dapat menjadi ciri khas suatu masyarakat dengan masyarakat lainnya. Sebagian besar para ahli antropologi mereka bersepakat bahwa Keberhasilan masyarakat dapat beradaptasi dengan alam sekitarnya adalah bukti keberhasilan mereka dalam mencapai suatu tingkat kebudayaan yang lebih tinggi. Masyarakat selalu berupaya untuk dapat menyesuaikan dirinya dengan berbagai perubahan yang terjadi di lingkungan sekitarnya sehingga dari situlah akan melahirkan suatu pola-pola tingkah laku yang baru. Karena lingkungan alam berbeda-beda tersebut , maka terdapat berbagai bentuk adaptasi yang berbeda-beda pula di kalangan masyarakat. Kemajuan ilmu pengetahuan yang dimiliki mereka, mampu merubah alam sekitarnya dan akhirnya perubahan-perubahan yang ditimbulkannya akan selalu diarahkan kepada masyarakat. Setiap masyarakat pasti mempunyai cara mereka masing-masing dalam menghadapi lingkungannya, Dimana keberagaman budaya dapat membuat perlakuan manusia terhadap alam juga ikut berbeda antara masyarakat yang satu dengan masyarakat yang lainnya, selain itu juga lingkungan yang merupakan tempat untuk berinteraksi manusia membuat sebuah kebudayaan yang melekat pada suatu kelompok manusia itu terpengaruh. Misalnya masyarakat suku bangsa Eskimo yang memiliki jenis rumah Iglo yang mana mereka dapat dipandang sebagai “senjata” kebudayaan yang paling penting untuk mengalahkan iklim kutub utara dan kebudayaan mereka memakai baju yang sangat tebal supaya mereka dapat mempertahankan hidup mereka dan beradaptasi dengan lingkungan tempat tinggal mereka, berbeda dengan bentuk rumah masyarakat lainnya. Secara tidak langsung masyarakat suku bangsa Eskimo tersebut akan beradaptasi dengan lingkungan mereka dan dengan demikian akan menciptakan kebudayaan tertentu seperti mata pencaharian. Contoh lain adalah kehidupan orang-orang Tsembaga di Papua New Guinea yang dalam kesehariannya mereka hidup dari bertanam ubi dan keladi serta beternak babi. Yang mana dalam kesehariannya orang Tsembaga jarang memakan babi karena babi pada masyarakat Tsembaga mempunyai fungsi tertentu seperti membersihkan lingkungan, membantu menggemburkan tanah, dan kotoran babi yang dapat digunakan sebagai pupuk, selain itu jika ada anggota keluarga yang sakit maka babi juga dapat dipakai sebagai binatang yang dikorbankan kepada leluhur agar si sakit cepat sembuh. Selain itu jika jumlah babi yang dimiliki oleh seseorang melebihi batas kewajaran maka hal tersebut dapat menjadi persoalan baru. Karena babibabi tersebut dapat merusak ubi dan keladi mereka sehingga membahayakan persediaan pangan orang-orang Maring Tsembaga tersebut. Selain itu masyarakat Tsembaga juga harus mencarikan babi-babi tersebut makanan, karena jika babi-babi tersebut tidak dicarikan makanan maka babi itu akan merusak tanaman keladi dan ubi tetangganya sehingga hal ini akan menimbulkan bentrokan terhadap tetangga yang memiliki tanaman tersebut sehingga dan bahkan terjadi pembunuhan. Dengan demikian masyrakat Tsembaga mengadakan suatu upacara yang diadakan setahun sekali yaitu upacara keagamaan kaiko atau pesta babi. Dan ketika babi dipotong maka daging babi tersebut harus dibagi-bagikan kepada teman dan sebagian lagi dipersembahkan kepada nenek moyang , karena masyarakat Tsembaga percaya bahwa roh nenek moyang mereka akan selalu melindunginya dan memberi kekuatan pada keturunan mereka yang masih hidup. Dengan kebudayaan yang demikian maka akan berbeda perspsi ketika babi itu dilihat oleh orang jawa. Mungkin babi bagi orang jawa tidak memiliki nilai apa-apa dan hanya dipandang sebagai hewan biasa. Seperti yang dikatana oleh paul Sears bahwa jika seorang ahli ekologi memasuki sebidang sawah atau padang rumput yang dilihatnya bukan hanya apa yang ada disana semata. Hal ini menandakan bahwa kebudayaan dan keadaan geografis masyarakat yang berbeda akan melahirkan pandangan dan perlakuan serta kebudayaan yang berbeda pula terhadap lingkungan tempat tinggal mereka. Dalam hubungan fung­sional tersebut maka antara manusia dan lingku­ngan terdapat saling ketergantungan dan saling pengaruh yang pada akhirnya akan berpengaruh pada ekosistem secara kese-luruhan. Untuk mencapai keselarasan, ke-serasian, dan keseimbangan antar subsis­tem dalam ekosistem diperlukan sistem pe­ngelolaan secara terpadu yaitu cara beradaptasi dengan lingkungannya. Dari penjelasan diatas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa antara masyarakat, kebudayaan, dan lingkungan saling mempengaruhi sesuai dengan apa yang dikemukakan oleh Julian H. Steward 1995 yang memaknai bahwa istilah Cultural Ecology, yaitu ilmu yang mempelajari bagaimana manusia sebagai makhluk hidup menyesuaikan dirinya dengan suatu lingkungan geografi tertentu. Selain itu menurutnya, ada bagian inti dari sistem budaya yang sangat responsif terhadap adaptasi ekologis, karenanya, berbagai proses penyesuaian terhadap tekanan ekologis, secara langsung akan dapat mempengaruhi unsur-unsur inti dari struktur sosial. Dengan demikian artikel tentang kebudayaan dan lingkungan tersebut dapat menjadikan kita lebih mengetahui bahwasanya antara kebudayaan, manusisa dan lingkungan itu saling mempengaruhi. Dengan demikian maka keadaan lingkungan alam yang berbeda akan menghasilkan kebudayaan yang berbeda pula anatara satu masyarakat denagn masyarakat lainnya. 0 Qkrtedyeed `ed Mewehed Wkputer Okhu`eyeed Deje = Jlfejje` Peqwe Yespe`e Okces = J 0 H DBJ= yedi oeju oktefub tkdtedi okhu`eyeed< ed hkrboed gldtlf yedi tkrme`b `ecej okfb`uped ed`e skferb-ferb !Meweh = Okhu`eyeed e`ecef suetu dbceb yedi tkroed`udi `ecej suetu okhbeseed yedi jkjhewe jedneet heib jesyereoet `ed pkre`ehed. Gldtlf okhu`eyeed `b okfb`uped skferb-ferb yeodb gldtlfdye Hefese yedi hkreiej sud`e, huibs `cc Qeoebed E`et, Jeoeded Ofes `ed jesbf hedyeo okhu`eyeed `b Bd`ldksbe ofususdye sktbep `ekref jkjbcbob hkrheieb jegejokreiejed< Wkhutoed okreiejed hu`eye epe seme yedi tkrme`b `b `ekrefju !Meweh = Oerkde Bd`ldksbe jkjbcbob suou, eieje res `ed hu`eye yedi hkrhk`e hk`e tepb setu Hfbdkoe Pudiiec Boe skfbdiie hkrheieb jegej pkrhk`eed `ed okreiejed btucef yedi jkdme`b dbceb tkrhebo heib Bd`ldksbe yedi tb`eo `bjbcbob dkikrb yedi okhu`eyeed `b `ekref seye yebtu jkjbcbob rese tlckdserb edter ujet yedi cuerhbese yebtu `b jede`l skcecu jkreyeoed pkreyeed ferb hkser okeieejed `ed Bd`ldksbe skgere hkriltldi rlyldi tedpe jkjed`edi suou eieje `ed res jesbdi ‗ jesbdi weceupud dltehkdk `b olte jede`l e`ecef eieje Orbstkd prltksted gldtldfdye `bseet huced Xeje`fed yedi skcecu rejeb `ed muie pkreyeed 59 eiustus . okhu`eyeed btu `bgbpteoed < `ed epe seme neotlr yedi jkjpkdierufbdye!Meweh = Okhu`eyeed tkrgbpte `ed jkdiecbr `erb okibeted obte skferb-ferb muie okme`bed yedi su`ef `betur `erb sedi jefe pkdgbpte Hu`eye tkrgbpte/tkrwumu` jkrupeoed fesbc `erb bdtkreosb edtere jedusbe `kdied skiece bsb yedi e`e `b ecej reye bdb. Jedusbe `b gbpteoed lckf tufed `kdied `bhkoecb lckf eoec pbobred skfbdiie jejpu udtuo hkroerye `b juoe hujb bdb `ed skgere feoboetdye jkdme`b ofecbnef `b juoe hujb bdb. b sejpbdi btu jedusbe muie jkjbcbob eoec, bdtkckikdsbe, bdtubsb, pkreseed, kjlsb, 1. Mengapa kebudaayaan memiliki sifat etnosentris? Karena etnosentris bersifat subjektif yang berarti sikap atau pandangan yang berpangkal pada masyarakat dan kebudayaan sendiri, biasanya disertai dengan sikap dan pandangan yg meremehkan masyarakat dan kebudayaan lain. 2. Apakah agama merupakan sumber dari kebudayaan? Agama bukan merupakan sumber kebudayaan. Namun, agama memiliki peranan penting dalam membatasi pengaplikasian budaya agar tidak melewati batas aturan keagamaan. Sesungguhnya agama itu berada diatas kebudayaan. 3. Apakah konsep manusia dan kebudayaan hanya sesederhana itu? Manusia sebagai objek dan kebudayaan sebagai subjek? Sebenarnya tidak, tapi kami hanya membahas sebatas keterkaitan antara manusia dan kebudayaan sebagai ojek dan subjek secara garis besar. 4. Apakah pria menikah dengan 2 wanita, itu masih dibilang budaya atau tidak? Bukan, karena budaya itu terjadi karena kesepakatan bersama dan telah diterima oleh masyarakat. Budaya juga terjadi karena telah menjadi kebiasaan sehari-hari sedangkan menikahi dua istri hanya sebuah kepercayaan dari segelintir orang. 5. Hal apa saja yang harus dilakukan agar masyarakat tetap mengikuti tradisi yang ada di indonesia? Hal yang bisa dilakukan diantaranya adalah pengenalan tradisi-tradisi yang ada di indonesia, mengajarkan manfaat-manfaat yang akan di peroleh dari tradisi tersebut, serta membiasakan masyarakat kita untuk mengikuti tradisi-tradisi indonesia. 6. Bagaimana caranya agar budaya indonesia tidak hilang ketika banyak budaya asing yang masuk ke indonesia? Cara yang paling umum ialah melestarikan budaya yang telah ada di indonesia ini. Contohnya budaya dari segi kesenian nya. Kesenian indonesia perlu di lestarikan dengan cara memperkenalkan keunikan,keaslian budayanya dan mengembangkan kesenian itu sendiri, sehingga masyarakat indonesia memiliki rasa bangga terhadap budayanya. 7. Apa maksud dari kebudayaan berwujud gagasan? Kebudayaan lahir dan terbentuk dari gagasan atau ide manusia. Contoh yang sederhana ialah ritual turun/injak tanah pada bayi pada usia tujuh bulan. Adat tersebut muncul karena adanya gagasan manusia yang mengatakan adat ini dilakukan sebagai rangkaian acara yang bertujuan agar si kecil tumbuh menjadi anak yang mandiri maka lama kelamaan adat ini lahir menjadi suatu bentuk kebudayaan. 8. Mengapa peperangan dan perubahan alam menjadi faktor berubahnya kebudayaan? Kebudayaan memiliki sifat yang adaptif dan dinamis, artinya pada saat terjadi peperangan atau perubahan alam,budaya akan senantiasa menyesuaikan dan berubah sesuai perkembangan/perubahan yang terjadi. 9. Apa saja efek dari ketidakpedulian manusia terhadap kebudayaan? Salah satu efek yang akan terjadi yaitu punahnya kebudayaan bangsa dari peradaban. Misalnya yaitu kebudayaan bangsa indonesia dari sisi keseniannya. Apabila kesenian indonesia tidak di pedulikan dan tidak di lestarikan, kesenian tersebut dapat dengan mudahnya di ambil alih oleh negara lain, akan terjadi pengklaiman kebudayaan kesenian.

pertanyaan tentang manusia dan kebudayaan