Cahayayang dihasilkan dari api yang memiliki frekuensi flicker dengan karakteristik sekitar 25Hz. Dengan detector api (flame detector) tersebut, spektrum di kisaran infra merah atau ultra violet tersebut dapat dipantau untuk dapat memberikan alarm. Kebakaran yang disebabkan oleh minyak umumnya tidak akan mengeluarkan asap dan jenis sensor ini lebih banyak dipakai di kapal, terutama pada []
Vay Tiα»n Nhanh. Cara Pencegahan Kebakaran di Atas Kapal - Pelaut adalah profesi yang bekerja di atas kapal yang mempunyai banyak risiko pekerjaan. Seringkali terdengar berita kecelakaan dan peristiwa dilaut, tak terkecuali adalah kebakaran. Sebuah kebakaran di kapal dapat terjadi karena beberapa hal, dimana didominasi karena kelalaian crew kapal dan ketidaktahuan dalam pencegahan kebakaran itu sendiri. Disini kita akan membahas mengenai cara mencegah api dan kebakaran di kapal, serta alat pencegahan dan pemadam api yang terdapat di >>> Daftar Alat-alat Keselamatan di KapalUnsur Penyebab KebakaranKecelakaan kebakaran merupakan hal berbahaya bagi kapal karena mengakibatkan kerugian bagi awak kapal, shipowner dan lingkungan sekitar. Kebakaran ini bisa terjadi akibat dari kesalahan human factor pada umumnya karena ketidakhati-hatian dan kurangnya perhatian terhadap hal-hal yang kecil. Kebakaran dapat terjadi karena 3 faktor utama yang biasa disebut dengan "segitiga api" yaitu1. Material yang mudah terbakar seperti fuel/ bahan bakar2. Heat Sumber Panas bisa berasal dari api3. OksigenKetiga faktor unsur api tersebut dapat menyebabkan kebakaran di kapal jika semua untur tersebut ada dan terpenuhi. Untuk mencegah terjadinya kebakaran di atask kapal, maka perlu menghilangkan salah satu unsur tersebut baik menghilangkan sumber panas atau menghilangkan oksigen di lingkungan sekitar ataupun menjauhi material yang mudah Kebakaran di KapalKebakaran dapat dikategorikan berdasarkan sumber api yang berasal dari jenis materialnya yaitu1. Kelas A Kebakaran yang bersumber dari kayu, lilin, serta furniture seperti bangku dan meja2. Kelas B Kebakaran yang bersumber dari cairan yang mudah terbakar seperti BBM dan Oli Minyak Pelumas 3. Kelas C Kebakaran yang bersumber dari gas yang mudah terbakar seperti Liquefied Petroleum Gas LPG4. Kelas D Kebakaran yang bersumber dari bahan logam yang mudah terbakar seperti alumunium5. Kelas E Kebakaran yang bersumber dari material yang memiliki tegangan tinggi seperti peralatan listrikAlat Pencegah dan Pemadam Kebakaran di Atas KapalDalam memadamkan kelima jenis kebakaran tersebut, dilakukan beberapa treatment dan alat yang berbeda. Dalam hal mencegah terjadinya kebakaran yang diatas kapal perlu dilakukan dan dipasang beberapa alat yaitu Alat Pendeteksian DetectorAlarmAlat Pemadam1. Alat Pendeteksian DetectorDengan banyaknya ruangan-ruangan diatas kapal, perlu dipasang sebuah alat pendeteksi kebakaran yang berfungsi untuk mengetahui lokasi kebakaran. Alat Pendeteksian detector ini merupakan alat awal dalam mencegah terjadinya permulaan kebakaran diatas kapal. Bila Alat Detektor ini tidak berfungsi akan menyebabkan hal yang fatal bagi crew kapal dan kapal itu sendiri. Alat Pendeteksian ini terhubung dengan alarm dimana ketika terjadinya kemunculan kejadian asap/api maka akan membunyikan alarm dan memberitahukan crew kapal dimana lokasi terjadinya kebakaran. Terdapat 3 jenis detector yang dipasang diatas kapal yaitu 1. Smoke detector biasanya terdapat di engine room, ruang akomodasi, termasuk juga ruang Flame detector biasanya terdapat di ruang engine control room dan di kamar Heat detector biasanya terdapat di tempat pengeringan dan di dapur. Detector lain mungkin tidak akan sesuai jika dipasang ruang AlarmSistem alarm berhubungan dengan alat pendeteksian detector yang terhubung dengan sirkuit-sirkuit elektrik sehingga dapat membunyikan bel alarm. Bel alarm akan berbunyi di ruang-ruang kapal apabila terdapat sumber api atau terjadi kebakaran. Kebakaran yang terjadi di ruangan ruang-ruang lain diatas kapal akan menyebabkan pemberitahuan ke bagian lain dan bel di anjungan kapal akan Alat Pemadam Kebakaran Terdapat 2 alat Pemadam kebakaran berdasarkan jenis dan funsinya yaitu Alat Pemadam Kebakaran Portable dan Fixed Fire Fighting. Alat Pemadam Kebakaran Portable merupakan alat pemadam kebakaran yang dapat dibawa kemana-mana karena ukurannya yang kecil dan menjadi alat pemadam yang pertama kali dapat mampu memadamkan api secara cepat jika seseorang telah melihat sumber api. Alat Pemadam Kebakaran Portable ini merupakan hal yang diperlukan untuk mengatasi kebakaran yang belum terlalu besar apinya. Alat Pemadam Kebakaran Portable ini sering disebut juga dengan APAR Alat Pemadam Api Ringan.Fixed Fire Fighting merupakan alat pemadam kebakaran yang terpasang pada sistem yang berada di kapal. Sistem pemadam kebakaran ini menggunakan pompa pemadam dan digunakan apabila APAR tidak dapat digunakan untuk mengatasi kebakaran yang - Jenis Alat Pemadam Kebakarana. Alat Pemadam Kebakaran Portable Ada 4 jenis Alat Pemadam Kebakaran Portable yang biasanya digunakan di kapal yaitu Soda-acid Asam-soda, foam busa, dry powder bubuk kering, dan carbon dioxide extinguishers gas karbon dioksida.1. Soda-acid extinguishers Jenis APAR yang berisikan larutan sodium bikarbonat dan banyak ditemukan di ruang Foam extinguishersTerdiri dari dua macam yaitu a. Foam extinguishers-chemicalJenis APAR dengan isi campuran cairan sodium bikarbonat dan alumunium sulfat yang menghasilkan reaksi tekanan tinggi dari tabung sehingga mendesak busa foam keluar dari tabung ketika Foam extinguishers-mechanicalJenis APAR yang dibagian terluar dari tabung berisikan air dan tabung sentralnya terdapat gas karbon dioksida dan cairan busa. APAR jenis ini banyak ditempatkan pada tempat-tempat yang memiliki cairan yang mudah Dry powder bubuk keringJenis APAR Dry powder berisikan bubuk sodium bikarbonat pada bagian tabung lapis terluarnya. APAR jenis ini dapat digunakan di berbagai macam penyebab kebakaran dan biasanya berada di sekitar peralatan listrik di kamar mesin dan di beberapa ruang Carbon dioxide extinguishers CO2APAR jenis ini memiliki tabung pelapis yang digunakan untuk menyimpan cairan karbon dioksida bertekanan rendah. Biasanya APAR Jenis CO2 banyak ditempatkan di kamar mesin dan tempat perlengkapan. Namun jangan menaruh APAR di ruang akomodasi serta di ruang crew karena jika dipakai dapat menyebabkan bahaya kepada crew kapal dan penumpang Fixed Fire FightingFixed Fire Fighting ini merupakan alat terpasang pada kapal yang terintegrasi sebagai suatu sistem untuk mengatasi kebakaran diatas kapal. Berikut adalah komponen-komponen terkait dengan Fixed Fire Fighting di atas Fire mainSistem pemadam kebakaran pada kapal menggunakan air laut sebagai sumbernya. Air laut dimasukan melalui Seachest dengan pompa pada kamar mesin ke dalam sistem pemadam kebakaran. Jumlah dan kapasitas yang diperbolehkan, semuanya sudah diatur dalam peraturan. Pompa darurat digunakan untuk memadamkan api juga ditempatkan di kamar mesin. Di setiap sistem pengeluaran pemadam kebakaran terdapat valve yang terdapat di sekeliling kapal. Selang air akan dihubungkan dengan nozzle penyeprotan untuk digunakan dalam memadamkan api dengan Automatic Water Spray SprinklerAutomatic Water Spray atau biasa disebut dengan sprinkler menyediakan sistem pemadam kebakaran di lokasi-lokasi tertentu. Sprinkler biasa digunakan di ruang akomodasi termasuk juga di kamar mesin. Ruang akomodasi harus dipasang alat pendeteksi dan sprinkler yang digunakan untuk memadamkan api. Di bagian kepala pada alat ini ditutupi oleh semacam kaca yang berisikan cairan, yang dapat mengembang secara cepat ketika terkena panas api. Saat panas dari api menyebabkan cairan tadi mengembang, maka penutup kaca tadi akan pecah. Hal tersebut kemudian akan menyemprotkan air yang berasal dari sistem pemadam api. Sistem pemadam ini berisikan air laut. Air laut ini ditampung pada tangki air yang diberi tekanan udara yang cukup tinggi. Sistem pemadam ini terus diisi oleh air segar dengan tujuan untuk mengurangi efek Foam SystemsFoam systems Sistem penyemprot busa dibuat dengan sistem kebutuhan yang ada di kapal dengan mempertimbangkan beberapa area yang harus dicakup. Pada sistem pemadam foam ini terjadi pencampuran air dan busa di dalam tempat tertutup yang diukur dengan automatic inductor unit. Busa hasil pencampuran dengan air tadi akan disalurkan ke tangki penampung untuk bisa digunakan nantinya. Tangki penampung busa tersebut harus dilindungi oleh penutup. Hal ini bertujuan agar isi di dalam tangki penampung dapat terlindungi dari keadaan lingkungan luar yang buruk. Cara pengoperasian foam systems ini dengan membuka dua valve yang saling terhubung, kemudian pompa pemadam akan Carbon Dioxide FloodingSistem carbon dioxide flooding digunakan dengan memberikan karbon dioksida CO2 ke ruangan yang terjadi kebakaran. Gas karbon dioksida CO2 disimpan dalam tabung dalam bentuk cairan dengan tekanan rendah. Jumlah tabung yang dibutuhkan tergantung pada volume ruangan. Secara umum sistem CO2 digunakan untuk melindungi cargo room dan engine room. Sebelum gas dibuang, harus dipastikan bahwa tidak ada orang dalam ruangan dan ruangan harus kedap udara sehingga tidak ada oksigen yang masuk. Komponen Fixed Sistem Pemadam Kebakaran Fire FightingTerdapat beberapa alat utama dan alat pendukung pada sistem fixed fire fighting diantaranya adalahSea ChestPipa utamaPipa cabangPompa fire fightingHydrantsFire HosesSprinklea. Sea Chest Kotak LautSeachest atau kotak laut merupakan bagian dari lambung kapal yang berfungsi sebagai tempat masuknya air laut ke dalam kapal untuk kebutuhan tertentu, salah satunya untuk sistem fire fighting kapal. b. Pipa UtamaPipa utama berfungsi untuk mengirimkan dan melayani sirkulasi air laut pada kamar mesin dan ruang Pipa CabangPipa cabang berfungsi sebagai support pipa utama dalam mengirim dan melayani sirkulasi air laut, termasuk juga mengatasi khusus pada ruang kompartemen Pompa Fire FightingPompa fire fighting berfungsi untuk mensirkulasikan air laut dari sea chest ke sprinkler dan hydrant yang ada di kapal melalui pipa utama dan pipa cabang. Spesifikasi pompa yang digunakan harus sesuai dengan kebutuhan dan jumlah dari pompa ini harus > 1. Apabila pompa pertama tidak dapat digunakan, maka pompa 2 dapat digunakan sebagai cadangannya. Jenis pompa pada sistem fire fighting adalah jenis pompa HydrantsHydrants sebagai sumber distribusi air laut terletak di main deck. Jarak peletakkan Hydrant tidak lebih dari 25 meter antara satu hydrant dengan yang lainnya dengan pertimbangan untuk memudahkan crew kapal dalam menggunakannya ketika terjadi hydrant terdiri dari 1. Wet Riser System berisikan air dengan tekanan yang selalu dijaga dengan tekanan yang relatif Dry Riser System tidak berisikan air bertekanan. Air akan ada secara otomatis jika valve selang kebakaran Fire HosesFire Hoses adalah selang yang digunakan pada sistem pemadam kebakaran kapal yang berfungsi sebagai saluran yang mendistribusikan air. Berdasarkan SOLAS Chapter II Reg. maka persyaratan dari Fire Hoses adalah1. Fire Hoses dibuat dari bahan yang tidak mudah rusak dan dapat menjangkau ruangan yang Setiap Fire hoses dilengkapi dengan nozzle dan Fire hose mempunyai panjang minimal 10 m, namuntidak lebih dari 15 m di engine roomtidak lebih dari 20 m di ruangan lain dan main decktidak lebih dari 25 m kapal dengan lebar 30 mKetentuan jumlah untuk fire hosesKapal β₯ 1000 GT jumlah tidak boleh < dari 5 buah dan 1 buah selang kebakaran pada setiap 30 m. 2. Untuk kapal β€ 1000 GT jumlah tidak boleh < dari 3 SprinkleDischarge air laut untuk memadamkan kebakaran yang terletak pada deck house 5 liter/menit yang peletakannya disesuaikan dengan pembagian ruangan β ruangan akomodasi pada masing β masing dek. Peralatan ini sangat peka terhadap perubahan temperature.
Cahaya yang dihasilkan dari api yang memiliki frekuensi flicker dengan karakteristik sekitar 25Hz. Dengan detector api flame detector tersebut, spektrum di kisaran infra merah atau ultra violet tersebut dapat dipantau untuk dapat memberikan alarm. Kebakaran yang disebabkan oleh minyak umumnya tidak akan mengeluarkan asap dan jenis sensor ini lebih banyak dipakai di kapal, terutama pada tempat-tempat yang dekat dengan peralatan penanganan bahan bakar atau boiler, hal ini untuk memberikan peringatan dini. Pada pemeriksaan surveyor ini harus dilakukan uji fungsi. Lebih lanjut flame detector merupakan salah satu alat instrument berupa sensor yang dapat mendeteksi nilai instensitas dan frekuensi api dalam suatu proses pembakaran, dalam hal ini pembakaran dalam boiler pada pembangkit listrik tenaga uap. Flame detector dapat mendeteksi kedua hal tersebut dikarenakan oleh komponen-komponen pendukung dari flame detector tersebut. Cara kerja flame detector mampu bekerja dengan baik untuk menangkap nyala api untuk mencegah kebakaran. Umumnya cara kerja flame detector untuk mengidentifikasi / mendeteksi api dengan menggunakan metode optik seperti ultraviolet UV, infrared IR spectroscopy dan pencitraan visual flame. Cara kerja flame detector dirancang untuk mendeteksi penyerapan cahaya pada panjang gelombang tertentu, yang memungkinkan alat ini untuk membedakan antara spectrum cahaya pada api dan sumber alarm palsu. Selanjutnya Alarm palsu yang dimaksud yang disebabkan oleh adanya petir, radiasi dan panas matahari yang memungkinakan mengaktifkan flame detector. Namun dengan berkembangnya teknologi cara kerja flame detector lebih pandai dalam menangkap percikan api yang dapat menyebabkan kebakaran. Cara kerja Flame detector pada abad ini dirancang dengan sistem delay selama 2-3 detik pada detektor ini sehingga mampu mendeteksi sumber kebakaran lebih dini dan memungkinkan tidak terjadi sumber alarm palsu.
Medan di kapal sangat berbeda dengan di daratan. Oleh karena itu diperlukan beberapa alat pengaman khusus untuk kapal. Fungsi safety equipment atau alat keselamatan di kapal adalah untuk melindungi para awak kapal agar tetap aman apabila terjadi situasi darurat. Situasi darurat di kapal contohnya adalah cuaca ekstrim, kebakaran, kapal tenggelam, dan masih banyak lagi. Kecelakaan dapat terjadi kapan saja dan di mana saja. Maka dari itu, safety equipment yang handal sudah menjadi barang wajib saat berada di kapal. Hal ini ditegaskan dengan adanya peraturan standar internasional tentang keselamatan di atas laut, atau Safety of Life at Sea SOLAS. Dalam peraturan SOLAS tersebut dicantumkan safety equipment apa saja yang harus ada di setiap kapal, lengkap dengan ketentuan harus diletakkan di mana, berapa banyak, serta cara menggunakannya. Setiap kapal harus mengikuti peraturan SOLAS tersebut agar dapat lebih terjamin keselamatannya. Bekerja di kapal memiliki alat keselamatan yang berbeda dari yang lain, sebab tantangan yang dihadapi juga berbeda. Berikut ini beberapa contoh fungsi safety equipment untuk di atas kapal Teropong, untuk melihat benda atau kondisi cuaca dari jarak jauh. Hand flare signal, man over board, smoke signal, rocket parachute flare signal, line throwing. Alat-alat ini berfungsi untuk memberi sinyal permintaan pertolongan saat terjadi kecelakaan di tengah laut. Hru for life raft, inflatable life raft, life buoy, life jacket, rescue boat, ring buoy light. Serangkaian alat ini berfungsi untuk membuat penggunanya tetap terapung di atas air sehingga tidak tenggelam. Contoh life saving equipment yang lain marine sticker dan wind speed anemometer. Baca juga Harga Alat Safety Kapal Di atas kapal juga diperlukan fire fighting equipment. Fungsi safety equipment yang satu ini adalah untuk mengatasi resiko kebakaran di atas kapal. Berikut ini beberapa contoh fire fighting equipment Fireman outfit, fireman safety shoes. Berfungsi untuk melindungi seluruh tubuh dari panas dan nyala api. Marine smoke detector & heat detector. Fungsi safety equipment yang ini adalah untuk mendeteksi adanya asap dan panas ketika terjadi kebakaran. Portable fire extinguisher cylinder atau APAR, fire blanket, fire hose, fire hose box, fire hose connector, fire hose coupling, fire hoze nozzle, fire hydrant cabinet. Fungsinya yaitu untuk memadamkan api saat terjadi kebakaran ringan. Alat ini sifatnya sebagai penolong sementara dan darurat. Silahkan kontak kami VELASCO INDONESIA PERSADA adalah distributor dan Supplier alat Safety Equipment di jakarta dan juga menjual fire hose, fire blanket, baju pemadam kebakaran, APAR, dll, dengan pelayanan terbaik di Jakarta. Kami juga menjual alat kapal, alat safety kapal, alat rigging, alat lifting, tali mooring, tali tambang, wire rope, webbing sling, Smoke Signal, Jangkar kapal, Jaket Pelampung, GPS dll. Lihat produk kami lainnya di sini. Semua barang yang kami jual dilengkapi sertifikat dan berkualitas. Silahkan hubungi kami lewat Whatsapp 081290808833 atau 021 690 5530. Bisa juga melalui email ke [email protected] atau [email protected] Atau lihat produk kami lainnya di sini.
fire fighting equipment di kapal